Wednesday, 3 August 2016
Friday, 29 July 2016
Etika, Moralitas dan Integritas (Kejujuran).
Etika, Moralitas dan Integritas (Kejujuran)
Dua belas tahun lalu,
Seorang wanita pergi kuliah di Prancis. Dia harus kerja dan sambil kuliah. Dia perhatikan bahwa sistem transportasi ditempat itu menggunakan sistem "otomatis", artinya Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin. Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara "self-service" dan jarang sekali diperiksa petugas. Bahkan periksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada. Setelah dia temukan kelemahan sistem ini, dengan kelicikannya dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket. Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya. Dia juga menghibur dirinya karena dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalau bisa irit ya irit. Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yang akan mempengaruh karirnya.
Setelah 4 tahun berlalu, dia tamat dari fakultas yang ternama dengan angka yang sangat bagus.
Ini membuat dirinya penuh dengan keyakinan. Dia mulai memohon kerja di perusahan yang ternama di Paris dengan pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, semua perusahan ini menyambut dia dengan hangat. Namun berapa hari kemudian, semuanya menolak dia untuk berkerja.
Kegagalan yang terjadi berulang kali membuat dia sangat marah. Dia mulai anggap perusahan-perusahan ini rasis, tidak mau terima warga negara asing. Akhirnya, dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja utk bertemu dengan managernya. Dia ingin tahu alasan apa perusahan menolak bekerja.
Ternyata, penjelasannya diluar dugaannya. Berikutnya adalah dialog mereka.
*Manager*: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkanmu. Pada saat Anda mohon bekerja di perusahaan, kami terkesan dengan pendidikan dan prestasi Anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya pekerja yang kami cari-cari.
*Wanita*: Kalau begitu, kenapa perusahan tidak terima aku bekerja?
*Manager*: Karena kami periksa sejarahmu, ternyata Anda pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.
*Wanita*: Aku mengakuinya, tapi masa karena perkara kecil ini perusahan menolak pekerja yang mahir dan banyak kali tulisannya terbit di majalah?
*Manager*: Perkara kecil? Kami tidak anggap ini perkara kecil. Kami perhatikan pertama kali Anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini. Petugas percaya dengan penjelasan bahwa Anda masih belum mengerti sistem pembayaran. Diampuni, tapi Anda tertangkap 2x lagi setelah itu.
*Wanita*: Oh karena tidak ada uang kecil saat itu.
*Manager*: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda. Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.
*Wanita*: Itu bukan kesalahan mematikan kan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya berubah kan masih bisa.
*Manager*: Saya tidak anggap demikian. Perbuatan Anda membuktikan dua hal:
1. Anda tidak mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam
peraturan dan memanfaatkan untuk diri sendiri.
2. Anda tidak bisa dipercaya. Banyak pekerjaan di perusahan kami tergantung pada
kepercayaan. Jika Anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah,
maka Anda akan diberikan kuasa yang besar. Karena alasan efisiensi biaya, kami tidak
sanggup memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. Perusahan kami
mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai
Anda. Saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak ada perusahan
yang mau menerima Anda.
Pada saat itu, wanita ini seperti bangun dari mimpinya dan sangat menyesal. Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya gentar.
Pesan kejadian diatas adalah:
*Moral dan etika bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran*
*Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tidak akan bisa menolong etika yg buruk*
*Mari perbaiki diri...mari menjadi diri yang lebih baik!
Semua kita yang berbenah akan membuat bangsa ini akan lebih bermartabat dan berwibawa.
Dua belas tahun lalu,
Seorang wanita pergi kuliah di Prancis. Dia harus kerja dan sambil kuliah. Dia perhatikan bahwa sistem transportasi ditempat itu menggunakan sistem "otomatis", artinya Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin. Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara "self-service" dan jarang sekali diperiksa petugas. Bahkan periksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada. Setelah dia temukan kelemahan sistem ini, dengan kelicikannya dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket. Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya. Dia juga menghibur dirinya karena dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalau bisa irit ya irit. Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yang akan mempengaruh karirnya.
Setelah 4 tahun berlalu, dia tamat dari fakultas yang ternama dengan angka yang sangat bagus.
Ini membuat dirinya penuh dengan keyakinan. Dia mulai memohon kerja di perusahan yang ternama di Paris dengan pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, semua perusahan ini menyambut dia dengan hangat. Namun berapa hari kemudian, semuanya menolak dia untuk berkerja.
Kegagalan yang terjadi berulang kali membuat dia sangat marah. Dia mulai anggap perusahan-perusahan ini rasis, tidak mau terima warga negara asing. Akhirnya, dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja utk bertemu dengan managernya. Dia ingin tahu alasan apa perusahan menolak bekerja.
Ternyata, penjelasannya diluar dugaannya. Berikutnya adalah dialog mereka.
*Manager*: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkanmu. Pada saat Anda mohon bekerja di perusahaan, kami terkesan dengan pendidikan dan prestasi Anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya pekerja yang kami cari-cari.
*Wanita*: Kalau begitu, kenapa perusahan tidak terima aku bekerja?
*Manager*: Karena kami periksa sejarahmu, ternyata Anda pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.
*Wanita*: Aku mengakuinya, tapi masa karena perkara kecil ini perusahan menolak pekerja yang mahir dan banyak kali tulisannya terbit di majalah?
*Manager*: Perkara kecil? Kami tidak anggap ini perkara kecil. Kami perhatikan pertama kali Anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini. Petugas percaya dengan penjelasan bahwa Anda masih belum mengerti sistem pembayaran. Diampuni, tapi Anda tertangkap 2x lagi setelah itu.
*Wanita*: Oh karena tidak ada uang kecil saat itu.
*Manager*: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda. Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.
*Wanita*: Itu bukan kesalahan mematikan kan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya berubah kan masih bisa.
*Manager*: Saya tidak anggap demikian. Perbuatan Anda membuktikan dua hal:
1. Anda tidak mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam
peraturan dan memanfaatkan untuk diri sendiri.
2. Anda tidak bisa dipercaya. Banyak pekerjaan di perusahan kami tergantung pada
kepercayaan. Jika Anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah,
maka Anda akan diberikan kuasa yang besar. Karena alasan efisiensi biaya, kami tidak
sanggup memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. Perusahan kami
mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai
Anda. Saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak ada perusahan
yang mau menerima Anda.
Pada saat itu, wanita ini seperti bangun dari mimpinya dan sangat menyesal. Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya gentar.
Pesan kejadian diatas adalah:
*Moral dan etika bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran*
*Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tidak akan bisa menolong etika yg buruk*
*Mari perbaiki diri...mari menjadi diri yang lebih baik!
Semua kita yang berbenah akan membuat bangsa ini akan lebih bermartabat dan berwibawa.
LEARNING SQL (STRUCTURED QUERY LANGUAGE)
LEARNING
SQL (STRUCTURED QUERY LANGUAGE)
Bahasa
SQL akan sangat membantu kita pada saat membuat database yang menarik. SQL akan
menggantikan fungsi-fungsi pada Query baku
(standard) pada Mircosoft Access. Dengan bahasa yang cukup mudah dipahami SQL
akan memnadu anad untuk memodifikasi database anda dengan cepat dan akurat.
Disini akan diberikan beberapa contoh penggunaan SQL pada Query design View.
Perhatikan letak tombol SQL pada Query Design View seperti ditunjukkn pada
Gambar 5.1. berikut:
Gambar
5.1. Posisi tombol dan Area SQL pada Query Design View
A.
Alter
Counter Data Types
Perintah
SQL pada query ini akan mengganti Counter Data Types (Autonumber) pada tabel
“tblUICounterDataTypes“, dimana kolom pada Field1 counter akan dimulai pada
angka 10 dan selanjutnya akan dimulai pada kelipatan 2. Contoh
ALTER
TABLE tblUICounterDataTypes
ALTER
COLUMN Field1 COUNTER(10,2)
Gambar
15.1. Query Alter Table
Gambar
15.2. Table Alter Table
B.
Create
New Table With Counter Data Types
Buatlah
query ini dan runningkan seperti biasa, maka Counter data anda akan dimulai
pada angka 10 dengan increment 5
CREATE TABLE TabelCounterBaru (Field1 COUNTER(10,5), Field2 TEXT(10))
Contoh lain adalah membuat
Table dengan field yang bisa didefinisikan DataType nya
Contoh1:
CREATE TABLE tblCreditLimit (Limit DOUBLE)
Contoh2:
CREATE TABLE tblCurrencyDataTypes (Field1_CURRENCY
CURRENCY, Field2_MONEY MONEY)
Contoh3:
CREATE TABLE tblCustomers (CustomerID INTEGER CONSTRAINT
PK_tblCustomers PRIMARY KEY, [Last
Name] TEXT(50) NOT NULL, [First Name] TEXT(50) NOT NULL, Phone TEXT(10), Email
TEXT(50))
Contoh4:
CREATE TABLE tblDateTimeDataTypes (Field1_DATE DATE, Field2_TIME
TIME, Field3_DATETIME DATETIME, Field4_TIMESTAMP TIMESTAMP)
Contoh5:
CREATE TABLE tblImageDataTypes (Field1_IMAGE IMAGE, Field2_LONGBINARY
LONGBINARY, Field3_GENERAL GENERAL,Field4_OLEOBJECT OLEOBJECT)
Contoh6:
CREATE TABLE tblUINumericDataTypes (
Field1_INT INT,
Field2_INTEGER
INTEGER,
Field3_LONG LONG,
Field4_INTEGER1
INTEGER1,
Field5_BYTE BYTE,
Field6_NUMERIC
NUMERIC,
Field7_REAL REAL,
Field8_SINGLE
SINGLE,
Field9_FLOAT
FLOAT,
Field10_FLOAT4
FLOAT4,
Field11_FLOAT8
FLOAT8,
Field12_DOUBLE
DOUBLE,
Field13_IEEESINGLE IEEESINGLE,
Field14_IEEEDOUBLE IEEEDOUBLE,
Field15_NUMBER
NUMBER,
Field16_SMALLINT
SMALLINT,
Field17_SHORT
SHORT,
Field18_INTEGER2
INTEGER2,
Field19_INTEGER4
INTEGER4
)
Contoh7:
CREATE TABLE
tblUITextDataTypes (
Field1_TEXT TEXT,
Field2_TEXT25
TEXT(25),
Field3_MEMO MEMO,
Field4_CHAR CHAR,
Field5_CHAR25
CHAR(25),
Field6_LONGTEXT
LONGTEXT,
Field7_LONGCHAR
LONGCHAR,
Field8_ALPHA
ALPHANUMERIC,
Field9_ALPHA25
ALPHANUMERIC(25),
Field10_STRING
STRING,
Field11_STRING25
STRING(25),
Field12_VARCHAR
VARCHAR,
Field13_VARCHAR25
VARCHAR(25),
Field14_NOTE NOTE
)
Gambar
15.3. Create Alter Table
C.
Menambahkan
Field Baru pada tabel
ALTER
TABLE tblCustomers
ADD
COLUMN Address TEXT(30)
D.
Menggannti
panjang String pada Field Text Type dalam Tabel
ALTER
TABLE tblCustomers
ALTER
COLUMN Address TEXT(40)
E. Menghapus Field pada Tabel dengan Drop
Column
ALTER
TABLE tblCustomers
DROP
COLUMN Address
F. Menghapus Tabel dengan Drop Table
DROP
TABLE tblCreditLimit
G. Menggabungkan 2 Table pada Query (Join –
Cartesian Product – Select Query)
SELECT
*
FROM
tblCustomers, tblInvoices;
H. Mengisi data pada Field dengan Insert
Into
Contoh1:
INSERT
INTO tblCreditLimit
VALUES
(100);
Contoh2:
INSERT
INTO tblCustomers
SELECT
*
FROM
tblOldCustomers;
I. Mengcopy data dari tabel ke tabel
SELECT * INTO
tblNewCustomers
FROM tblCustomers;










